SELAMAT DATANG DI MARIA NORA MAHARJANINGRUM 'BLOG ..:::.. EMAILME:MARIANORAMAHARJANINGRUM@GMAIL.COM Maria Nora Maharjaningrum'Blog: Pasar Saham Dunia Mulai Pulih

Pasar Saham Dunia Mulai Pulih


JAKARTA - Pemerintah dan investor saham mulai lega. Berbagai jurus untuk menghindarkan jebloknya pasar saham di tanah air mulai menuai hasil. Tren positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan sore kemarin memperlihatkan kestabilan. Ini diprediksi sebagai pertanda kepercayaan membaik dan gejolak saham mulai reda.

Meski sedikit memperlihatkan penurunan jika dibandingkan dengan harga pada penutupan sesi siang, indeks akhirnya ditutup pada level 1.555,967, menguat 94.094 poin atau 6,44 persen daripada penutupan sebelumnya.� Sejak pagi, indeks harga saham dibuka positif. Dibuka naik 66,850 poin atau 4,577 persen ke posisi 1.528,723. Menjelang penutupan sesi pertama, indeks terus bergerak naik ke level 1.560,085.

Transaksi harian kemarin sebenarnya relatif minim, yaitu hanya Rp 1,8 triliun; masih di bawah rata-rata transaksi harian yang berkisar Rp 5 triliun. Sebanyak 165 saham mengalami kenaikan harga, 50 saham longsor, dan 39 lainnya tidak berubah.

Sektor konsumer, infrastruktur, finansial, dan aneka industri menjadi katalis bagi pergerakan positif di lantai bursa. Indeks sektoral di sektor-sektor tersebut terkerek variatif, mulai 6,6 persen sampai dengan 8,77 persen. Pergerakan indeks paralel dengan menghijaunya bursa regional dan global.

Bursa regional pada perdagangan kemarin (14/10) meneruskan penguatannya, seiring dengan pulihnya kepercayaan investor di pasar modal. Di Jepang, setelah sehari libur, indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo ditutup melonjak 1.171,14 poin (14,15 persen) pada 9.447,57. Hal itu yang merupakan pencapaian persentase terbesar sepanjang sejarah transaksi saham Jepang.

Di Hongkong indeks Hang Seng� ditutup naik 3,2 persen menjadi 16.832,88. Di Korsel otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan di lantai bursa sesaat pembukaan sesi pagi karena tingginya permintaan beli. Indeks Kospi akhirnya ditutup menguat 6,14 persen ke 1.367,69.

Penguatan juga terjadi di mayoritas indeks bursa regional lainnya, seperti Indeks Tertimbang Taiwan bertambah 5,40 persen, kemudian indeks All Ordinaries Australia naik 4,09 persen, serta Indeks Strait Times Singapura meningkat 4,43 persen.

Analis BNI Securities Akhmad Nurcahyadi mengatakan, badai finansial global memang belum sepenuhnya reda. Namun, investor mulai menaruh kepercayaan. Apalagi harga saham sudah sangat terjerembap di bawah harga wajarnya. Hal itu ditopang oleh pergerakan harga komoditas, termasuk minyak, yang mulai menanjak pelan. "Variabel positif penguatan bursa-bursa kawasan dan global juga menjadi pemicu penguatan bursa," ujarnya.

Selain itu, bursa mendapatkan sentimen positif sejumlah intervensi regulasi dari pemerintah dan otoritas. Termasuk soal auto rejection 10 persen. Pada perdagangan kemarin, sekurang-kurangnya, 25 emiten terkena auto rejection karena telah mencapai kenaikan titik tertinggi 10 persen, 15 persen di antaranya emiten badan usaha milik negara (BUMN).

Analis Optima Securities Iksan Binarto mengatakan, sentimen positif pemberlakuan auto rejection sebesar batas atas-bawah 10 persen membuat investor enggan melepas sahamnya. Alhasil, bursa selamat dari tekanan jual. "Investor menahan untuk melepas sahamnya, menunggu harga naik lebih tinggi, karena bursa global sedang rebound," katanya.

Dia menyoroti tipisnya transaksi harian yang hanya Rp 1,8 triliun. Hal itu membuat pelaku pasar meminta agar batas auto rejection dinaikkan bila pasar sudah stabil. "Itu agar pelaku pasar lebih leluasa dalam trading." Hari ini dia memprediksi indeks masih bergerak dikisaran 1.530-1.580.

Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, berdasar laporan yang masuk, hanya sembilan BUMN Tbk non perbankan yang berencana melakukan buyback. Total dana yang dimasukkan ke pasar untuk mengoleksi saham pelat merah hanya Rp 8 miliar. ''Harap diketahui, dana yang keluar hanya segitu. Selebihnya karena kepercayaan investor mulai pulih,'' katanya saat ditemui sebelum rapat di Komisi XI DPR kemarin.

Sofyan menambahkan, membaiknya harga saham-saham BUMN juga terbantu oleh sentimen global. Pasar modal di berbagai negara juga mengalami rebound. ''Meski pagi sempat panik, tapi sore kemarin (13/10), harga terus membaik,'' katanya.

Untuk mempertahankan nilai saham dan memulihkan kepercayaan pasar, pemerintah mendorong sebelas BUMN Tbk non perbankan melakukan buyback. Tiga BUMN Tbk perbankan, yakni BRI, Bank Mandiri, dan BNI, diminta tidak melakukan buyback guna memperkuat likuiditas masing-masing. Di antara sebelas BUMN Tbk non perbankan, dua BUMN menyatakan tidak sanggup melakukan buyback. Alasannya, tidak memiliki dana lebih. Mereka PT Kimia Farma dan PT Indo Farma.

AS Beli Saham 9 Bank

Program dana talangan (bailout) pemerintah AS mulai dijalankan. Tadi malam, Menteri Keuangan AS Henry Paulson mengumumkan rencana pemerintah membelanjakan USD 250 miliar untuk membeli saham-saham perbankannya yang sedang bermasalah.

Menurut seorang pejabat Depkeu AS, sembilan bank yang akan ikut dalam program tersebut termasuk Citigroup, JPMorgan Chase, dan Bank of America. Sisanya adalah Goldman Sachs, Morgan Stanley, Wells Fargo, Bank of New York Mellon, State Street, dan Merrill Lynch.

Kesembilan bank tersebut akan menerima USD 125 miliar yang merupakan bagian dari bailout USD 250 miliar. Sisanya akan diinvestasikan pemerintah AS ke bank-bank lain sebagai bagian dari rencana masal penyelamatan krisis finansial.

''Hari ini kami mengambil langkah tegas untuk melindungi perekonomian AS. Langkah ini bukanlah yang kami inginkan, namun harus kami lakukan untuk memulihkan kepercayaan sistem finansial kita,'' kata Paulson.

''Pemerintah mengambil alih saham perusahaan swasta AS tidak bisa diterima kebanyakan masyarakat AS, termasuk saya,'' tegasnya.

Sembilan bank besar itu sepakat sahamnya dibeli pemerintah AS dengan imbalan ada modal baru. Sementara bank-bank lain akan memiliki opsi untuk menerima program itu, di mana pemerintah akan mendapatkan ''saham biasa''. Bank-bank yang mendapat suntikan modal dari pemerintah AS tersebut juga sepakat membatasi gaji para eksekutifnya dan fasilitas lainnya.

Langkah terbaru pemerintah AS tersebut merupakan kelanjutan komitmen pemerintah Inggris, Jerman, Prancis, serta negara Eropa lainnya senilai lebih dari 1 triliun euro (USD 1,36 triliun) untuk menyelamatkan perbankan.

Pemerintah AS secara temporer juga akan menjamin utang tanpa jaminan (unsecured debt) dan pinjaman antarbank serta menawarkan jaminan tabungan tanpa batasan bagi sejumlah rekening sebagai bagian dari upaya global melawan kredit macet. Hal serupa telah dilakukan sejumlah negara di Eropa.

Sementara itu, bank sentral AS, Federal Reserve, secara cepat akan bertindak sebagai pembeli terakhir (buyer of last resort) untuk surat-surat berharga komersial, utang korporasi jangka pendek yang penting bagi pasar finansial dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tunai untuk operasionalnya.

''Langkah tersebut akan memulihkan kepercayaan publik di sistem kami dan menstabilkan likuiditas yang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,'' demikian pernyataan bersama Menkeu AS Henry Paulson, Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke, dan Ketua Federal Deposit Insurance Corp Sheila Blair tadi malam.

Langkah yang diumumkan tersebut merupakan bagian dari paket penyelamatan USD 700 miliar yang disetujui kongres dan diteken Presiden George Walker Bush awal Oktober lalu.

Bush mengungkapkan, langkah tersebut sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan dan mencegah penurunan ekonomi. ''Kebijakan-kebijakan itu tidak ditujukan untuk mengambil alih pasar bebas, tapi untuk melindunginya,'' ujar Bush dalam pidatonya.

Langkah tersebut sempat direspons positif oleh pelaku pasar. Saham-saham di Wall Street kembali melonjak. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) sempat menguat hingga 382,23 poin (4,07 persen) ke level 9.769,84 saat pembukaan. Indeks teknologi Nasdaq juga menguat 46,40 poin (2,52 persen) ke level 1.890,65. Standard & Poor 500 juga menguat 19,04 poin (4 persen) ke level 494,55.

Namun, selanjutnya indeks Dow Jones kembali melorot 44,28 poin (0,47 persen) ke level 9.343,33 dan Nasdaq turun 44,98 poin (2,44 persen) ke level 1.799,27 menyusul publikasi kinerja emiten utama Microsoft Corp, Intel Corp, dan PepsiCo Inc yang di bawah harapan investor.

Bakrie Diselamatkan

Kementerian Negara BUMN dikabarkan sedang serius mengkaji upaya penyelamatan Grup Bakrie yang bakal melego saham di anak-anak usahanya yang listing di lantai bursa.

Sumber koran ini menyebutkan, tadi malam Men BUMN Sofyan Djalil mengadakan pertemuan khusus dengan direksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan Grup Djarum untuk membicarakan eksekusi atas rencana tersebut. "Nanti, setelah (saham-saham anak usaha Grup Bakrie) dibeli negara, Bakrie tetap bisa membeli kembali. Misi utamanya menyelamatkan Grup Bakrie," ujar sumber koran ini semalam (14/10).

Namun, Men BUMN Sofyan Djalil membantah kabar tersebut. "Itu tidak benar, rumor saja. Saya tidak panggil siapa-siapa," ujarnya melalui pesan singkat kepada Jawa Pos tadi malam.

Saat ini holding Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memang melakukan aksi korporasi berupa penjualan saham anak-anak usahanya di bursa. Karena ada aksi korporasi lego saham itulah, saham mereka disuspensi di lantai bursa. Anak-anak usaha BNBR yang listing di bursa adalah PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Suspend itu dilakukan sejak perdagangan 7 Oktober lalu.

Grup Bakrie pada Minggu (12/10) dan Senin (13/10) sudah menggelar konferensi pers dan paparan publik insidentil untuk menjelaskan penjualan anak usahanya tersebut. Mereka menyebut aksinya sebagai "rasionalisasi investasi". Grup Bakrie terpaksa melego saham anak usahanya untuk melunasi utang USD 1,2 miliar yang akan jatuh tempo pada April tahun depan. Utang itu menggunakan jaminan aset anak-anak usaha perseroan sebesar USD 6 miliar.

Direktur BNBR Ari S. Hudaya memastikan pihaknya tidak akan menawarkan saham anak-anak usaha perusahaan milik keluarga Bakrie itu ke satu investor. "Saya tidak mau kalau single bidder," ujar Ari Senin (13/10). Sebelumnya dia menyebutkan sejumlah lembaga yang akan masuk sebagai investor. Di antaranya, Credit Lyonnais, Avenue Asia, dan Tata Group. Selain itu, ada empat konsorsium lokal, termasuk dari keluarga Sampoerna dan Grup Djarum. Yang jelas, Bakrie memastikan tetap menjadi pemegang saham mayoritas di anak-anak usahanya.

Corporate Secretary PTBA Eko Budhiwijayanto membantah kabar tersebut. Dia mengaku tadi malam bersama jajaran direksi perseroan mengadakan halalbihalal dengan karyawan. "Ini kita semua sedang kumpul di Tanjung Enim (salah satu pabrik PTBA, Red), ada halalbihalal," ujar Eko. (owi/eri/wir/Bloomberg/kim)

Di kutip dari jawapos oleh dhikha

0 komentar:

Posting Komentar

  • description
  • description
  • description
  • description
  • description

Video Gallery